Gebyar 2 Tahun GIA

Berpikir

Diskusi

Kumpul

Tuesday, January 14, 2014

10 Esai Terbaik: Taman Budaya Indonesia (Ahmad Haris)

Monday, January 13, 2014

10 Esai Terbaik : Kita Tahu Kesadaran Itu Bernama Indonesia (Raisha Abdillah)

Sepuluh Terbaik Lomba Menulis Esai GIA


PENGUMAMAN PANITIA LOMBA MENULIS ESAI DALAM RANGKA GEBYAR DUA TAHUN GIA, DENGAN TEMA
"Mempromosikan Kekayaan Budaya Indonesia"

  1. Panitia dengan bangga mengumumkan bahwa hadiah total lomba esai GIA dinaikkan menjadi 1300TL, dengan perincian: Juara 1: Uang 500 TL, Juara 2: Uang 300 TL, Juara 3: Uang 200 TL, Plus 3 Tulisan Favorit masing-masing: Uang 100TL.
  2. Jumlah esai yang masuk ke panitia hingga batas akhir pengumpulan sebanyak 138 esai, terdiri dari mahasiswa Indonesia berbagai jenjang dan dari berbagai negara, dalam dan luar negeri.
  3. Pantia mengumumkan 10 besar nama pemenang seerti yang terlihat pada foto, urutan di foto itu sesuai dengan urutan nomor peserta dan BUKAN PERINGKAT. Kepada enam orang peserta dari 10 terbaik itu akan kami beritahu melalui email.
  4. Keenam penulis esai terbaik itu akan diundang ke Ankara Turki pada saat acara Gebyar 2 Tahun GIA, tanggal 1 Februari, dengan ketentuan akomodasi di Ankara ditanggung oleh panitia, tetapi ongkos dari negara domisili penulis ditanggung sendiri. Panitia akan mengeluarkan surat undangan dan rekomendasi dari Perwakilan Resmi Pemerintah Republik Indonesia di Ankara (KBRI Ankara) yang bisa digunakan untuk mencari sponsor.
  5. Penilaian esai sudah final. Keenam peserta terbaik diundang ke Ankara hanya sebagai penghormatan untuk dapat menerima langsung penghargaan dan hadiah serta mempresentasikan secara singkat tulisannya. Jika berhalangan hadir, tidak akan mempengaruhi hasil penjurian.
  6. Sepuluh esai terbaik akan kami terbitkan di blog GIA secara berkala, untuk nantinya dikembangkan oleh penulis masing-masing untuk diterbitkan ke dalam buku bersama 20-30 tulisan terpilih lainnya.
  7. Penilaian juri bersifat mutlak dan tidak bisa diganggu gugat.
  8. Dewan Juri terdiri dari lima orang: Ahmad Faris (dosen dan penulis, mahasiswa PhD Hubungan Internasional Universitas Ankara), Hifdi Rido (penulis, mahasiswa Pascasarjana Erciyes University), Agung Nurwijoyo (Ketua FLP Turki, mahasiswa Pascasarjana Hubungan Internasional Hacettepe University), Feronika Sunardi (Kemenlu RI, mahasiswa pascasarjana Hubungan Internasional Istanbul University), Deden Mauli Darajat (Jurnalis, Alumni S2 Jurnalistik Ankara University).

Saturday, January 4, 2014

Are You Saver or Spender?


Awal tahun baru 2014, GIA kembali mengadakan diskusi dwi mingguan yang kali ini di isi oleh Intan Qurotul Ain (mahasiswi Hacettepe Univ). Awal tahun baru biasanya banyak diantara kita yang membuat revolusi baru bagi kehidupan kita, mulai dari bagaimana memodifikasi cara belajar, mengoreksi target-target tahun lalu yang tidak tercapai, hingga menata kembali target di tahun yang baru. 

Salah satu hal yang paling penting bagi kita, khususnya mahasiswa yang hidup mandiri dan merantau di negeri orang adalah mengenai uang. Diskusi kali ini mengambil tema "Are you saver or spander?", dalam acara ini kita diajak mengidentifikasi apakah kita seorang yang suka menabung atau seorang yang boros. 



Sunday, December 29, 2013

The Untold Story Of Birds

Hewan adalah makhluk yang paling peka terhadap lingkungan. Jika hewan itu pindah dari habitat aslinya, maka itu menandakan bahwa di lingkungan itu ada sesuatu yang salah.
Salah satu hewan yang bisa menjadi indikator kesehatan lingkungan kita adalah burung, terutama burung hantu. Pembicara yang pada waktu itu berdiam di Yogyakarta ini telah meneliti satu spesies burung hantu bernama burung serak jawa (Tyto alba), dan telah terbukti bahwa burung hantu ini bisa menjadi penyeimbang ekosistem lingkungan kita.
Habitat alami burung serak jawa ini adalah di hutan, namun sekarang hutan-hutan sudah terpangkas sehingga menyebabkan burung serak jawa ini bermigrasi ke kota. Di kota, burung serak jawa tinggal di lubang-lubang kecil yang terdapat pada bangunan-bangunan tua yang berukuran tinggi.
Namun, kenyataannya, masyarakat melakukan renovasi terhadap bangunan-bangunan tua yang merupakan tempat tinggal burung serak jawa. Renovasi mengancam keberadaan sarang burung serak jawa. Sementara itu, masyarakat juga menembaki burung-burung tersebut. Beberapa hal yang menjadi penyebab ditembakinya burung serak jawa, di antaranya:
Masyarakat tidak mengatahui bahwa burung tersebut bermanfaat untuk kehidupan
Masyarakat merasa takut terhadap keberadaan burung hantu.
Di Indonesia, terutama masyarakat di Yogyakarta percaya terhadap suatu mitos yang mengatakan bahwa jika melihat burung hantu berarti bencana akan datang atau seseorang akan meninggal. Suara dari burung hantu juga membuat takut masyarakat karena suaranya yang serak dan mendesis.
Masyarakat merasa terganggu dengan keberadaan burung hantu.
Burung hantu merupakan hewan yang membuang tulang dan bulu mangsanya sesudah memakannya, karena perutnya yang tidak bisa mencerna kedua hal tersebut.
Ciri-ciri spesial burung hantu:
Monogami. Burung hantu merupakan hewan yang setia terhadap pasangannya. Misalnya, jika pasangannya mati, burung hantu akan sulit mencari pasangan baru. Jika hal itu terjadi, populasi burung hantu akan terganggu. Selain itu, burung hantu juga setia terhadap sarangnya, ia tidak berpindah-pindah dan nantinya akan dipakai oleh keturunan-keturunannya.
Top predator. Burung hantu merupakan top predator di lingkungan kita. Burung hantu memakan tikus. Ia juga lebih banyak memakan tikus daripada ular. Burung hantu bisa memakan 10-15 ekor tikus, sedangkan ular 1-2 ekor tikus saja. Walaupun tidak lapar, mereka juga akan tetap memangsa tikus dan menyimpannya di sarang.
Tidak bersuara jika sedang memangsa. Hal ini yang bisa dicontoh oleh kita dari sifat burung hantu, walaupun sudah pintar, maka kita tidak boleh sombong, sama halnya dengan burung hantu yang tidak bersuara walaupun sudah mendapat mangsa.
Lalu apa yang akan terjadi jika burung serak jawa ini punah? Gagal panen & leptospirosis (penyakit air kencing tikus).
Nestbox
Nestbox adalah sarang buatan untuk burung. Pembicara membuat beberapa nestbox dengan dasar dari pengamatan tempat tinggal aslinya yang sekarang.
Mengapa nestbox dibutuhkan?
Agar kotoran dan ampas yang dikeluarkan tidak mengganggu masyarakat
Untuk menjaga burung serak jawa agar tidak punah
Workshop telah dilakukan untuk para petani tentang bagaimana cara membuat nestbox sehingga bisa menarik burung-burung serak jawa untuk ke sana. Nantinya, burung-burung ini bisa bermanfaat untuk pertanian mereka, karena diyakini bisa mengurangi 30-40 persen gagal panen.
Dahulu para petani sudah menggunakan burung hantu untuk mencegah gagal panen tetapi gagal. Setelah tapi diteliti, ditemukan bahwa kesalahan yang dilakukan oleh petani adalah mereka melepaskan burung-burung tersebut ketika di sawah sedang tidak ada tikus, padahal burung-burung hantu itu adalah tugasnya untuk memakan tikus-tikus yang bisa menyebabkan gagal panen.
Salah satu cara untuk mendatangkan lebih banyak burung ke nestbox adalah dengan memutar suara burung di nestbox. Setelah itu, sekitar 10 ekor burung akan datang. Jika suara burung sedang kawin diputar, maka diperkirakan akan mengundang lebih banyak burung untuk datang dan lahirnya banyak burung-burung baru. Namun, hingga saat ini, suara burung sedang kawin belum ditemukan.
Apa yang ada di dekat kita, apa yang kita bisa untuk membangun Indonesia.
Sebenarnya, untuk membangun Indonesia tidak perlu dengan hal yang susah dan rumit. Misalnya, apa yang dilakukan oleh pembicara kita, yaitu meneliti burung serak jawa untuk mencegah gagal panen para petani dan juga untuk menjaga kelestarian populasi burung serak jawa dan keseimbangan ekosistem kita. 


Pertanyaan:
Apakah sosialisasi ini sudah pernah dilakukan oleh pemerintah?
Pemerintah sudah tahu mengenai hal ini, bahkan dulu pemerintahlah yang mensosialisaikan hal ini kepada petani. Namun pemerintah setelah itu sudah lepas tangan dan tidak ada kelanjutannya lagi.
Daripada membuat nestbox, mengapa tidak membuat taman kota saja agar lebih bermanfaat bagi semua dan semua burung bisa ke sana?
Burung serak jawa ini susah untuk hidup di pohon. Di hutan, mereka hidup di batu, bukan di pohon. Kecuali kalau pohon itu ada lubang yang bisa dijadikan sarang burung serak jawa, karena burung serak jawa tidak membuat sarangnya sendiri.
Apakah ada rencana untuk meneliti burung serak jawa ini di Turki?
Iya, karena ternyata burung ini ada di seluruh dunia. Bahkan, pemerintah Inggris membebaskan pajak bagi orang yang memasang nestbox di rumahnya.
Apakah burung serak jawa bisa digunakan untuk mengurangi tikus-tikus yang mengganggu rumah-rumah di Jakarta?
Tidak, karena burung serak jawa hanya memakan tikus organik yang terdapat di sawah.
Pembicara: Bintang Rantau Randa

Saturday, November 9, 2013

Penanganan Gawat Darurat


Pertolongan Pertama

Penanganan Keracunan

Keracunan makanan adalah kondisi yang disebabkan karena mengonsumsi makanan yang terkontaminasi toksik, berupa bakteri, jamur, parasit, virus, atau toksin.

Prinsip penanganan keracunan :
—  Jenis racun?: kita harus mengetahui jenis racun (apaka itu dari bahan kimia atau organik)
—  Bersihkan saluran nafas dari kotoran, muntahan atau lendir
—  Cegah, hentikan penyerapan racun
—  Keluarkan racun yang diserap
—  Beri bantuan napas bila terjadi henti napas, gunakan sapu tangan, hindari mulut ke mulut, hindari aspirasi gas racun dari korban


Sunday, November 3, 2013

Lomba Menulis Esai - GIA


Lomba Menulis Esai – GIA



TEMA
"Mempromosikan Kekayaan Budaya Indonesia"

HADIAH PEMENANG
Juara 1: Uang 500 TL 
Juara 2: Uang 300 TL
Juara 3: Uang 200 TL
*Untuk yang berada di luar Turki, jika masuk 5 terbaik, akomodasi di Ankara ditanggung panitia. Adapun tiket dari negara asal ke Ankara ditanggung sendiri, namun panitia dapat membantu menerbitkan surat rekomendasi untuk pencarian sponsor tiket pesawat yang dilengkapi dengan surat dukungan KBRI Ankara akan kegiatan ini.

PELAKSANAAN
Batas Pengiriman: 31 Desember 2013 Pukul 24.00 (waktu Turki)
Penjurian: 1 Januari 2014 – 15 Januari 2014
Pengumuman 5 Nominator Pemenang: 16 Januari 2013 (untuk diundang ke Gebyar 2 Tahun GIA; untuk mempresentasikan esai masing-masing)
Pengumuman Pemenang : 25 Januari 2014 

SYARAT PESERTA
Kategori: Warga Negara Indonesia berstatus mahasiswa di semua jenjang. 

KRITERIA PENULISAN
Naskah merupakan karya asli, bukan terjemahan atau saduran dan ditulis secara perseorangan.
Naskah belum pernah diterbitkan di media apapun, dan tidak sedang diikutkan dalam kegiatan serupa.
Peserta hanya boleh mengirim satu naskah dan tidak ada perbaikan naskah yang telah dikirim.

FORMAT NASKAH
Ukuran kertas: A4
Huruf (font): Times New Roman; ukuran 12; regular, spasi 1,5; rata kiri-kanan (justify)
Panjang tulisan: minimal 1500 kata – (maksimal) 2000 kata
Lembar lampiran biodata: Nama, alamat, universitas, kontak dan scan kartu mahasiswa

KRITERIA PENILAIAN
Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar
Alur, angle tulisan, ejaan dan tanda baca
Analisa
Kesesuaian isi dengan tema

PENGIRIMAN ESAI
Format Pengiriman: Naskah ditulis menggunakan MS Word.
Naskah dikirimkan kepada panitia lomba esai melalui email 
gia.esai@gmail.com 

Saturday, October 26, 2013

Kupas Tuntas Penerbitan Majalah


Pembicara         : Muhammad Ramadoni
Waktu               : Sabtu, 26 Oktober 2013

Saturday, October 12, 2013


Secupak Untuk Palestina

Menjadi relawan adalah pengalaman yang unik. Karena menjadi seorang relawan dapat memberikan suatu bentuk kesenangan bagi kita sekaligus orang-orang di sekitar. Kita juga dapat mempelajari kemampuan-kemampuan baru mencakup pengalaman, hobi dan minat yang baru yang mungkin dapat memberikan kita beberapa target untuk karir-karir yang baru.

Sebagai pemuda, youth development itu sangat penting. Menjadi relawan mungkin dapat menjadi salah satunya. Sebagai seorang relawan, mas Agung pernah mempunyai pengalaman di Gaza. Beliau melakukan perjalanan darat dengan 200 relawan baik muslim, nasrani dan agama lainnya membawa bantuan kemanusiaan yang berasal dari kurang lebih 30 negara. Namun, dalam perjalanan, beliau menghadapi beberapa hal unik yang mungkin tidak akan terjadi dua kali dalam hidup. Setelah sampai di jalur Gaza, beliau dan 200 relawan dibawa ke Mesir untuk dideportasi. Perjalanan yang sebelumnya diperkirakan hanya butuh waktu 7 hari, ternyata menjadi 30 hari. Baru bisa keluar jika ada perwakilan diplomat yang hadir atau jika ada pesawat yang tercepat dan terdekat.

Meskipun begitu, selalu ada sesuatu yang dapat dipelajari dalam setiap kegiatan yang dilakukan. Salah satu yang menarik dalam tindakan kemanusiaan ini adalah para pengungsi ternyata masih mempunyai sifat kemandirian. Ketika bantuan dibagikan, mereka merasa sungkan untuk menerima bantuan.

Lebih dari itu, dalam pengalaman uniknya, mas Agung juga mempelajari bahwa orang-orang Israel dan Palestine ternyata mempunyai etos kerja yang tinggi. Mereka mampu memanfaatkan sari buah manggis untuk menjadi sesuatu yang berguna. Selain itu, di jalan dan di setiap rumah, foto-foto mereka yang sudah meninggal juga dipajang diluar dengan maksud untuk memberikan motivasi kepada mereka yang masih diberikan kesempatan hidup.

Oleh karena itu, selagi masih hidup, marilah kita lakukan sesuatu yang dapat bermanfaat bagi orang lain maupun diri sendiri.

The Ideal of Educated Man: He should know not only everything about something but also something about everything. Dame Veronica Wedgewood – dalam buku karangan Joseph Frankle.


“We Palestinians wake up every morning to teach the rest of the world life, sir.” - Mrs Rafeef Ziadah

Pertanyaan-pertanyaan

1)    Bagaimana prospek rumah sakit Indonesia disana?
Secara konstruksi, bangunan sudah jadi. Konsulat juga akan dibangun disana. Indonesia juga telah memberikan beasiswa untuk rakyat Palestina. Namun kendalanya adalah bagus diatas, jelek dibawah. Karena ternyata prosedurnya sangat berbelit-belit. Namun secara umum, ada perkembangan progresif antara Indonesia dan Palestina.

2)    Sebelum memutuskan untuk pergi ke Jalur Gaza, bagaimana perasaan anda? Dari segi waktu, fisik dan mental?
Dari segi waktu, saya harus membekukan satu semester. Kondisi mental memang agak sulit, namun kondisinya saya harus siap mati. namun ayah saya pernah berkata jangan takut, yang dibunuh sudah mempunyai alamat masing-masing. Memang pada akhirnya, semua menjadi suatu konsekuensi.

3)    Perlukah kita berangkat jika ada sesuatu/bencana yang terjadi? Hal terkecil apa yang kita dapat lakukan agar kita bisa dibilang peduli?
Berdoa itu memang cara yang paling terakhir. Menjadi relawan memang menjadi pekerja segala. Namun dengan begitu, kita mendapatkan hal-hal yang berbeda. Contohnya, kesempatan dan kepuasan yang berbeda dari yang hal lain. Namun disamping doa, alangkah baiknya kita bisa melakukan hal lain yang berguna, seperti menyampaikan aspirasi kita melalui media apapun.

4)    Setiap perang yang terjadi mempunyai sebuah nama, tapi dari mana nama tersebut dikonsep? Contoh: Mavi Marmara.
Di satu sisi, nama perang itu memang menarik karena itu mempunyai alasan yang sangat ideologis. Contoh: perang Furqon yang artinya pembeda; pembeda yang mana yang benar dan yang salah.


5)    Apa tanggapan kakak mengenai pandangan orang-orang akan relawan Indonesia yang menolong rakyat Palestina, padahal melihat keadaan rakyat Indonesia sendiripun masih banyak yang butuh pertolongan?
Kita semua memang mempunyai masalah. Namun semua kembali lagi pada pilihan. Apa anda mau menjadi apatis atau tidak. Ketika saya peduli keluar, itu bukan berarti saya tidak peduli dengan Indonesia.



6)     Apa Indonesia mempunyai kewajiban politik untuk membantu rakyat Palestina?Iya, sebagaimana yang juga disebutkan dalam pembukaan undang-undang dasar. Kita juga mempunyai tanggung jawab budi juga dalam lingkup sejarah dengan rakyat Palestina



Tanggal Kegiatan   : 12 Oktober 2013
Tempat Kegiatan   : KBRI Ankara
Waktu Kegiatan     : 13:00-16:20 waktu Turki

Materi Diskusi         : Relawan: Sebuah Panggilan Jiwa
Pembicara               : Agung Nurwijoyo
Moderator               : Qonistina Bilisti

Relawan : Sebuah Panggilan Jiwa


Pembicara         : Agung Nurwijoyo
Waktu               : Sabtu, 12 Oktober 2013